The New Gate: Chapter 2 Bag Pertama Sebuah Awal dan Akhir

11:34 PM
adsense 336x280
Punah. Itu yang dikatakan Tiera.

Ras high human telah punah.

"...Jadi, apa sudah tidak ada rasa manusia?."

“Tidak, manusia masih ada. Kau melihat kesatria yang barusan kan."

“Benar juga."

Shin telah salah paham mengenai kepunahan manusia dan tanpa sadar bertanya begitu.

"Hanya high human yang punah, bukan manusia."

"Apa ada bedanya?."

“Jelas berbeda. Ras high human terdiri dari 6 orang yang dulunya menguasa benua Redmond. Bahkan 10.000 manusia tidak bisa menang melawan mereka. Kekuatan mereka berada ditingkatan yang berbeda.

“Benua dikuasa oleh 6 orang?."

Shin ingat bahwa ada tempaat yang dikuasai oleh 6 orang. Dia merasakan bahwa pernah mendengar itu sebelumnya

"Bisakah kau menjelaskannya?."

“Bahkan kebanyakan orang mengetahui ini, baiklah kuberitahu. Di masa lalu, sekitar 500 tahun lalu, high human pernah menguasai benua. Meskipun mereka hanya 6 orang, ras lainnya tidak dapat melakukan apapun pada mereka dikarenakan kekuatan mereka yang luar biasa.

“…………”

"Tapi, kekuasaan mereka tiba-tiba berakhir."


“Berakhir?."

“Ya, berakhir. Tidak hanya high human tapi banyak ras lain seperti high elf, high lord, high beast dan high dwarfs juga menghilang. Banyak orang berpengaruh seperti raja, tetua, pahlawan juga menghilang. Dikatakan mereka hilang secara tiba-tiba. Menurut guruku, banyak orang berpengaruh dan kuat yang menghilang. Kejadian hari itu dikenal dengan Senja yang mulia."

“Senja yang mulia..."

“Dikatakan bahwa semua high human menghilang pada saat itu."

Hilang tiba-tiba. Shin memiliki teori mengenai itu.

Fenomena yang menyebakan banyak orang menghilang. 

(Hari itu. Hari ketika aku mengalahkan Origin dan semua orang keluar dari video game. Tidak ada buktinya, tapi Senja yang mulia mungkin adalah hasil dari hari itu.)

Raja, pahlawan dan tetua kemungkinannya ada ketua dari perkumpulan. Sepuluh tibu orang berharap untuk dikeluarkan dari video game itu. Shin tidak tahu jumlah yang sebenarnya, tapi ada sekitar 10 ribu orang yang terjebak di dalam video game itu. Itu mungkin terlihat seperti hilang tiba-tiba untuk orang-orang di dunia ini.

(Aku tidak menyangka ke 6 orang high human yang pernah menguasa benua ini sebelumnya....)

Shin akhirnya mengerti. ke 6 ras high human itu, tidak salah lagi...

(Itu... adalah kami...)

Ketik The New Gate masih merupakann Video game yang biasa dan sebelum berubah menjadi game kematian, ada sebuah guild yang dikatakan terkuat di The New Gate.

Nama guild itu adalah Rokuten karena dibuat oleh 6 orang high human. Guild kecil yang dapat mengalahkan guild besar satu per sati di The New Gate. Sampa nama seluruh pemainnya di kenal hanya dalam satu bulan. Mereka memiliki reputasi si pembunuh pemain yang mencoba untuk melawan mereka.

Shin dulunya adalah anggota dari Rokuten dari awal terbentuk. Pada saat itu, merupakan pilihan bodoh memilih ras manusia ketika pertama kali bermain. Manusia dipandah rendah oleh ras lain dan Shin memiliki masa lalu yang kelam karenanya.

Tak perlu dikatakan, semua anggota yang terdiri dari high human dan hampir seluruhnya memiliki status maksimal. Bahkan yang anggota terlemahnya pun memiliki HP dan MP maksimal. Sedangkan pemain lainnya memiliki status sekitar 900 san.

Ketika dalam berkompetisi dengan setiap guild besar, pemain yang ikut andil terkejut karena 6 pemain melawan ribuan pemain. Saat itu, setiap lokasi terbakar dengan sihir api tipe area yang luas. Pemimpinnya yang terkejut terkepung dan akhirnya pertarungan pun berakhir.

Sejak saat itu, tidak ada seorang pun yang berani untuk menantang guil rokuten. Bahkan ejekan yang ditujukan pada ras manusia mulai berkurang. Tidak hanya kekuatan bertarung high human yang diperlihatkan, ketahan sihir yang mereka miliki juga diperlihatkan. Kebanyakan sihir tidak berpengaruh pada mereka. Dan lagi, racun, pelumpuh, pembius, pemikat, pembakar, pembeku, sihir batu. Semuanya tidak berguna melawan high human. Selain itu, hanya butuh waktu sebentar untuk mereka memulihkan diri.

Entah keberuntungan atau kesialan karena hanya Shin diantara anggota Rokuten yang terjebak di game kematian. Setidaknya mungkin 3 bulan atau lebih jika saja ada anggota lain dari Rokuten yang ikut andil, pikir Shin.

“…………”

"Ada apa? kenapa tiba-tiba terdiam?."

"Tidak, tidak apa-apa. Bagaimana jika kita ganti topiknya ke mata uang tadi?."

Shin merasa dia akan menggali kuburannya sendiri jika dia meneruskan pembicaraan mengenai high human. Jadi dia dengan sengaja mengganti topiknya menjadi mata uang, yang mereka bicarakan sebelumnya.

"Tidak apa-apa. Apa mata uang ini yang kau gunakan sebelumnya"

“Ya."

“Ah, bisa membawa barang berharga seperti ini, mungkin kau benar seorang high human."

Sepertinya Tiera tidak percaya bahwa Shin adalah High Human.
The New Gate Chapter 2 - Volume 1 - Bag Pertama - Novel Updates

The New Gate Chapter 2 - Volume 1 - Bag Pertama - Novel Updates

Sambil menghela nafas, Tiera mengambil koin emas itu dan menganalisanya. Dia nampaknya memastikan apakah itu asli.

Dan Shin ragu dengan yang Tiera maksud dengan berharga.

"Apa berharga? itu kan hanya 1 Geyl."

1 Geyl sama dengan 1 Yen dalam video game. Jika dikonversikan,  nilainya akan sama dengan 1/1000 Yen di dunia nyata. Itu merupakan mata uang terendah dalam video game. Kebetulan, didalam item box Shin tersimpan seratus juta Geyl. Ini sungguh aneh, mengapa ditampilkan G untuk Geyl bukan untuk Gold/Emas dengan bentuk koin emas.

"Koin emas Geys serign disingkat koin emas G. Saat ini sulit untuk mendapatkannya. Kau mungkin tidak mengetahuinya, tapi koin emas geyl adalah barang sihir yang dapat memperkuat sihir. Kadang ini ditemukan di sekitar reruntuhan. Ketika koin emas geyl dipamerkan di sebuah lelang, akan bisa mencapai miliaran Jul atau mungkin lebih. Jul merupakan mata uang umum yang digunakan saat ini. Maksud dari J digunakan untuk metode penghitungan. 1 J koin emas = 1.000.000 J dan 1 J koin  perak = 10.000 J.

“Jadi ini bernilai 1 miliar..."

“Seorang penyihir bahkan rela membunuh untuk mendapatkannya. Meski hanya 1 itu sudah berharga tinggi dan kebanyakan tidak mampu membelinya. Meskipun guru sudah memperlihatkannya padaku satu, ini pertama kalinya aku melihat selain itu. Lagipula, 1 miliar adalah nilai minimal yang bisa kau dapat, harganya dapat mencapai 10 kali lipatnya atau lebih."

“Hanyai untuk satu koin emas geyl bisa bernilai sebanyak itu... ngomong-ngomong, seberapa sering ini dapat ditemukan?."

“Sangat jarang, tapi aku tida bisa mengatakannya. Bahkan ketika reruntuhan baru dijelajahi, kesempatan untuk menemukannya masih rendah."

“Begitu kah? Sepertinya aku harus berhati-hati ketika membeli barang."

Shin tadinya berpikir untuk menukarkannya agar mendapatkan uang. Tapi dia membatalkannya setelah mengetahui betapa berharganya itu.

"Itu keputusan yang benar, tapi sekarang kau telah melakukannya."

“Itu candaan yang mengerikan. Bagaimanapun, aku akan berhati-hati lain kali."

“Apa kau akan menjual sesuatu? Aku mengatakannya kan jika kau memiliki bahan atau barang bagus aku akan membelinya."

“Baiklah, bagaimana dengan ini?"

Shin mengeluarkan kartu barang dari item boxnya, yang mana dia dapatkan dalam perjalanannya. Didalam video game, memungkinkan untuk mengubah sebuah barang menjadi kartu. Mungkin itu sama dengan dunia ini juga. Bahan-bahan berubah menjadi kartu secara otomatis dan dapat disimpan di item box. Sekali barang menjadi kartu, gambar barang itu akan terlukis di kartu itu. Kartu itu dapat dirubah kapan pun.

Shin menaruh kartu barangnya di meja kasir. Kartu itemnya bervariasi mulai dari Tetra Grizzly, Twinhead Snake, Flame Boar, dan taringnya, cakar, bulu, daging dan bahan mentah seperti permata.

Didalam video game, bahan-bahan dapat dijual dan diolah. Permata khusunya akan bernilai jual tinggi. Karena dapat memberikan atribut atau tambahan efek untuk senjata dan pelindung serta itu hanya dapat dilakukan oleh pandai besi. Permata dapat ditemukan dari sisa monster setelah mereka terbunuh, walaupun kesempatannya kecil. Permata yang Shin perlihatkan adalah tingkat 7, yang mana merupakan tingkat terendah.

"Kartu barang..."

"Hmmm? Kenapa? apa ada yang aneh?."

“Tidak, jika kau memiliki item box itu sudah tidak mengejutkan, kan? Aku tidak tahu apa kau mengetahui ini jadi aku akan mengatakannya. Karena sebuah kartu item juga sangat mahal untuk tingkat tertentu. Lebih baik untuk tidak memperlihatkannya sembarangan."

“Sungguh merepotkan. Haruskan aku membawanya menjadi berupa bahan saja?."

“Itu sudah seharusnya! Kau sungguh aneh!."

“Begitu... Aku mengerti, jadi tolong tenanglah."

“Kau membuatku sakit kepala saja."

Sambil mengatakan itu, Tiera masih melakukan pekerjaannya. Dia mengubah kartu barang itu dan mulai menilainya. Bahkan meskipun dia terkejut, dia masih tahu bagaimana untuk menggunakan kartu barang.

"Dari Tetra Grizzly to Twinhead Snake and Flame Boar. Tidak hanya bahannya berasal dari monster ganas. Tidak ada diantara monster ini yang dapat ditemukan kecuali kau pergi ke kedalaman hutan. Orang macam apa kau ini?."

“Aku hanya mengalahkan mereka di perjalananku kemari. Meskipun pertarungannya tidak begitu semengerikan seperti yang kau ceritakan."

"Tapi ini membutukan beberapa kesatria untuk membunuh satu monsternya... Ya terserahlah, selama kau mengalahkannya. Aku tidak begitu terkejut seperti sebelumnya."

Nampaknya monster-monster itu dianggap berbahaya. Shin mengira mereka hanyalah monster pemula.

"Itu tidak masalah. Bagaimana dengan barangnya?."

"Benar. Bahan mentahnya masih dalam keadaan bagus setelah dirubah dari kartu. Harga barang sekitar 1 koin emas J dan 27 koin perak J, jadi totalnya adalah 1.270.000 J. Permatanya adalah kelas 7 dengan kemurnian tinggi, jadi harganya 25 koin emas J. Jadi 25.000.000 J, totalnya adalah 26.270.000 j."

The New Gate Chapter 2 - Volume 1 - Bag Pertama - Novel Updates

"Aku tidak tahu apakah itu mahal atau murah karena konversi mata uangnya..."

"Ini sedikit lebih murah dari harga pasaran. Tapi untuk harga permatanya tergantung dari naik turunnya harga pasar. Kualitas dan kemurniannya ini biasanya dihargai sekitar 20.000.000 sampai 23.000.000 J."

“Oh, aku beruntung mendapatkan lebih dari 20.000.000 J."

“Bagaimana? jika kau mau dengan harganya, aku akan membelinya."

“Tentu saja, aku akan menjualnya. Terima kasih dan aku juga akan memberikanmu ini."

Sambil mengatakannya, Shin meletakan koin emas geyl di meja kasir.

"...Apa kau bercanda?.""

“Tentu saja tidak!?."

“Apa kau mendengarkan apa yang kukatakan tadi? satu koin emas geyl itu bernilai miliaran. Tidak ada orang waras didunia ini yang akan memberikannya secara cuma-cuma."

“Ini."

Shin memberikan koin itu.

"Apa kau yakin?... Aku tidak akan mengembalikannya bahkan jika kau memintanya kembali."

“Ya."

Dengan cepat Tiera mengambil koin emas geyl dan memegangnya. Matanya terlihat berkilau saat melihat koin emas geyl itu. Saat ini, mata Shin tidak bisa lepas dari melihat dada Tiera, dia seperti pria menyedihkan.

"Ah, ini seperti mimpi menjadi kenyataan... sebuah koin emas G..."

Ekspresi Tiera benar-benar berubah menjadi gembira dengan matanya yang mempesona. Shin tiba-tiba merasakan godaan yang aneh darinya. Yan mana membuat pipinya memerah. Dia kemudian menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran kotornyal. 

"Ya, aku senang kau menyukainya. Bagi elf menemukan itu pasti sangat berguna karena kau bisa menggunakan sih..."

“Tunggu sebentar."

“――gic.”


Tiera menyela pembicaraan Shin dan berdiri. Ekspresinya terlihat seperti seseorang yang tidak percaya sesuatu.

"...Ada apa?."

"Barusan... kau mengatakan elf?." 

“Ah, aku memang mengatakannya...oh? apakah bukan elf?."

“Ah, I said it…oh? Wasn’t it elf?”

Shin mengingat bahwa rupa fari elf dan high elf yaitu memiliki telinga runcing, jadi Shin mencoba untuk mengkonfirmasinya... Shin masih bingung, karena mungkin Tiera adalah ras belum pernah dilihat oleh Shin.

“Aku harusnya terlihat seperti gadis kucing dengan rambut merah dan mata hitam.”

“Gadis kucing dengan rambuh merah dan mata hitam?.”

Manusia setengah kucing merupakan satu dari ras binatang yang populer diantara pemain wanita dan tentu saja kelompok pemain pria. Ada berbagai macam bentuk didalam ras binatang, dari bentuk manusia kucing ada kucing persia, kucing Calico dan lainnya. Sebagai tambahan, pemain terbagi dari model binatangnya, beberapa ada yang berwajah sama, lengan, ekor, sayap dan masih banyak lagi. Yang sebagian hanya beberapa bagian tubunya.

Tapi dihadapan Shin, Tiera terlihat seperti elf berambut hitan dan bermata emas. Tidak ada manusia kucing berambut merah dan mata hitam.

“Aku hanya melihat seorang gadis elf cantik dengan rambut hitam dan mata emas dihadapanku.”

“Itu…”

Shin mencoba menekankan kecantikannya, tapi nampaknya diabaikan Tiera.

“Bagaimana bisa? Guruku sudah menanamkan sihir ilusi padaku.”

“Sihir ilusi?.”

Berbicara soal sihir ilusi, biasanya itu digunakan untuk mengelabui atau membuat halusianasi pada kelompok lawan. Itu merupakan sihir yang terkesan kuat bagi shin, karena salah satu pengguna sihir juga berasal dari Rokuten."

“Uuu… sampai bisa terlihat seperti ini…”

Tiera terlihat sedih dan wajahnya terasa seperti kiamat akan datang. Rasa depresi Tiera yang tiba-tiba membuat Shin mencoba untuk menghiburnya, walaupun Shin tidak tahu banyak tentang Tiera dan apa yang membuatnya sedih.

“Um…Tiera?”

“Ap... ada apa?.”

Shin mencoba untuk berbicara dengan lembut, tapi Tiera terlihat sangat gugup.

The New Gate Chapter 2 - Volume 1 - Bag Pertama - Novel Updates

“Aku melihat Tiera sebagai seorang elf karena itu merupakan salah satu kemampuanku.”

“Ke...kemampuan?.”

“Ya. Sihir ilusi adalah sihir yang menunjukan halusinasi dan membingungkan lawan. Bagaimanapun, itu tidak akan efektif pada orang yang memiliki ketahanan kuat terhadap sihir. Karena itu, begitulah aku dapat melihat wujud Tiera yang sebenarnya.”

“Tapi... bahkan dengan ketahanan yang dapat menghilangkan sihir guru..."

Bahkan jika Shin menjelaskannya, Tiera masih terlihat tidak percaya. Menurut ingatan Shin, Schnee yaitu guru dari Tiera merupakan high elf berlevel 255. Selain itu, sihir yang digunakan sangat kuat, karena high elf merupakan ahli sihir. Walaupun statusnya tidak bisa dibandingkan dengan Shin. Bahkan high human lainnya juga tidak sebanding dengan status Shin, jadi tidak ada sihir ilusi yang berdampak pada Shin.

Shin menghela nafas setelah beberapa saat.

“Melihatnya.”

“Hmm?”

“Kau, kau melihat wujud asliku, kan?.”

“Aku melihat gadis elf cantik  dengan rambut hitam dan mata emas, apa aku salah?.?”

“…………”

Tidak ada jawaban. Shin menjadi putus asa dan kacau.

“…Apa kau takut?.”

Shin, yang menyesal dengan perkataannya barusan, mendengar perkataan Tiera. Suara Tiera terdengar seperti anak-anak yang ketakutan akan sesuatu.

“Takut karena apa?.”

Shin segera menjernihkan pikirannya dan mulai berbicara dengan nada tenang.

Tapi masih saja, apa Shin menakuti Tiera?.

Ketika Tiera menjawab dengan suara gemetar, Shin mengingat salah seorang anggota Rokuten.

Shin bangga dengan waktu login yang dia habiskan untuk bermain game dan bersenang-senang. Tapi dia pernah dirawat karena kebiasaannya itu.

Kisah yanng dialaminya ia ceritakan ketika pertemuan langsung dengan anggota lain. Shin merasa suasana yang sama seperti waktu itu, seperti Tiera saat ini.

Shin takut jika kepribadiannya diketahui.

Tapi tidak ada satupun yang peduli itu di Rokuten. Shin lega mengingat bahwa anggotanya begitu.

Karena situasi seperti ini, Shin hanya bisaa mendengarkan Tiera tanpa berekspresi apapun.

“…Kau juga tidak mengetahuinya, kan?... Rambut hitam merupakan simbol kesialan di ras Elf.”

Tiera berbicara sambil menunduk.

“Simbol kesialan?.”

“Ya, setiap elf terlahir dengnan rambut putih. Ketika mereka tumbuh, akan berubah menjadi keemasan, perak, hijau atau biru. Apa kau percaya? Rambut asliku sebenarnya berwarna perak.”

Wajah Tiera terlihat seperti mengutuk dirinya sendiri.

“Tapi sekarang berwarna hitam. Tidak dalam sejarahnya rambut seorang elf berubah hitam.”

“Tidak pernah berubah hitam?.”

“Ya, Elf dengan rambut hitam mendatangkan kesialan. Itu terjadi padaku selama ini. Monster buas tiba-tiba menyerang desaku beberapa kali. Dan aku diusir dari desaku karena itu.”

“…………”

“Aku dipungut oleh guruku setelah hidup tanpa tujuan. Dan toko ini memiliki pelindung yang kuat untuk menahan serangan monster buas. Jadi aku tidak punya pilihan selain tinggal di toko ini selama lebih dari 100 tahun.”

“100 tahun?…Itu lama sekali.”

“Ya, tapi sejak aku bisa hidup tanpa merepotkan orang lain, itu bagus untukku.”

Itu tidak munggkin bagus, Shin ingin berteriak. Untuk hidup didalam toko selama 100 tahunn tidak bisa dikatakan bagus. Bagaimanapun, Shin menahan diri untuk tidak mengatakannya. Karena tidak akan ada yang bereubah jika dia mengatakannya. Dia menahannya dengan marah.

Meskipun belum sehari berlalu sejak pertemuan mereka. Shin dapat merasakan kenapa dia marah pada dirinya sendiri.
“…Tiera, aku ingin menanyakan sesuatu.”

“…Bertanya apa?.”

“Ah, meskipun rambut Tiera asalnya perak, kenapa sekarang menjadi hitam?.”

Shin merasa itu akan memberinya petunjuk.

“Itu tiba-tiba saja berubah pada hari itu.”

“Tiba-tiba?.”

“Ya. Aku bangun pagi seperti biasanya dan rambutku berubah menjadi hitam. Aku sungguh ketakutan saat itu, aku tidak mengerti apa yang telah terjadi.”

Ketika Tiera mengingat kejadian itu, tubuhnya gemetaran sambil memeluk dirinya sendiri. Dari penjelasan Tiera, Shin berpikir keras untuk mendapatkan informasi yang mungkin berkaitan.

“Tiba-tiba saja, warna rambutnya berubah… diserang oleh monster…warna rambut…perubahan karakteristik warna…Monster… Diserang beberapa kali… Menemuinya terus menerus…Kemungkinannya kuat…mudah diserang monster…hal seperti itu!?.”

Sambil bergumam sesuatu, sesuatu terpikir dalam pikiran Shin. Jika ingatannya benar, kemungkinan dan kondisinya sesuai.

“Ada... ada kemungkinan jika kondisinya sesuai!!.”

“Eh? Apa maksudmu?.”

Shin membicarakan sesuatu sambil menatap Tiera. Tiera kaget dengan tindakan Shin.

Meskipun begitu, pandangan Shin tetap mengarah pada Tiera.

“Aku heran kenapa aku melupakannya. Bagaimanapun dengan ini…hmm? ini aneh. Kenapa statusnya tidak terlihat, ini seharusnya dapat dilihat.”

Alasan Shin menatap Tiera adalah karena Shin ingin mencari tahu status milik Tiera. Jika prediksi Shin benar, maka itu muncul di statusnya.

“Uhm… 'Layar kemampuan terbuka’…Analisis…Analisis…ah, ini dia. Tampilkan pemain dan monster kecuali ketika dimatikan. Jika aku menyalakannya...”

Shin menatap ke arah Tiera lagi setelah menerapkan pengaturannya. Perasaan Tiera tidak karuan ketika Shin terus menatap ke arah tempat kososng sambil menggerakan jarinya.

“Ok, sekarang aku bisa melihat statusnya. Nama, level, ras... bagus... dan…Ahhhhhh!!”

Catatan:

Dukung Penulis The New Gate - Novel Updates dengan membeli buku karyanya.
Daftar Chapter
Chapter 2 Bag dua
adsense 336x280