Hisshou Dungeon Unei Houhou: Chapter 10

6:52 PM
adsense 336x280

Menumpuk Masalah

Pandangan : Herge Lau Rochelle

Aku berada di Ibu kota kerajaan saat ini.

5 hari perjalanan dari dungeon Yuki. Terima kasih pada Mauve, kita aman di perjalanan kemari.
Mulai dari sekarang aku ingin mengakhiri masalah ini.
Herge: "Terima kasih banyak Mauve untuk menjaga kami. Aku ingin menghentikan peperangan ini, walaupun harus mengorbankan nyawa..."
Mauve terlihat malu ketika aku menyatakan itu dengan jelas.
Mauve: "Putri, perasaanmu sungguh indah. tapi tolong jangan memaksakan dirimu. Sulit bagiku untuk menemukan harapan hidup lagi. Jadi membuat tindakan Yuki menolong kita sia-sia."
Faktanya seorang penguasa dungeon menolong Mauve untuk menjalani hidup yang lebih baik. Namun, dia tidak disini sekarang.
Yuki: "Aku tidak ingin pergi keluar dungeon. Karena aku tidak tahu kapan seseorang akan mencoba mengambil nyawaku."
Dia mengatakan itu dan tetap tinggal didalam dungeon.
Herge: "Kebaikan yang kuterima, aku tidak dapat mengembalikannya pada Yuki."
Dia mengatakan bahwa dengan informasi yang kuberikan padanya saja sudah cukup. Tapi aku merasa itu masih belu cukup untuk membalasnya.
Mauve: "Aku mengerti perasaanmu, aku tidak akan bisa mengikutimu secara terang-terangan. Putri, kau harus berhati-hati."
Herge: "Jika aku membuat celah untuk itu lalu perang ini akan dapat membantu Yuki dalam berbagai hal."
Aku tidak bisa membicarakan mengenai Penguasa dungeon saat ini. Dalam keadaan negara yang sedang kacau. Itu akan membahayakan Yuki dan memberi celah bagi negara lain.

Tanpa sadar, aku telah sampai di air mancur Ibu kota kerjaan sambil mengobrol.
Mauve: "Aku harus undur diri disini untuk mengurus pesanan dari Yuki. Sampai jumpa Putri."
Herge: "Baiklah, terima kasih atas kebaikanmu."
Aku bermaksud untuk menjamu Mauve di kastil kerajaan.
Mauve: "Berhenti Putri! aku tidak memerlukan pujian darimu. Apa kau bahkan mengikuti sifat baikmu?."
Herge: "Huh? itu sungguh tidak sopan."
Kebaikanku masih baik-baik saja, apakah kau suka atau tidak itu terserah. Tapi kau harus merasa beruntung.
Lagipula, aku menikmatinya saat dia membingungkanku.
Herge: "Apa kau akan tinggal untuk sementara di Ibukota?."
Mauve: "Aku ingin mencari berbagai kebutuhan untukku. Juga, aku ingin mempelajari kisah lucu untuk istri dan anakku."
Herge: "... Begitu."
Mauve: "…"
Orie: "…"
Herge: "Baiklah, aku menantikan saat dimana kita dapat bertemu lagi."
Mauve: "Kupikir kemungkinan kita bertemu kembali sangat tinggi jika kau mengunjungi Dungeon."
Setelah itu, kelompok Mauve pergi dari tempat itu.
Herge: "Oriel, dari sini merupakan medan perang bagi kita. Akankah kau ikut bersamaku?."
Oriel: "Ya, aku akan mengikutimu ke medan perang atau kemanapun kau pergi."
side : Mauve
Curse: "Hoo, apa pesanan Yuki selesai dikerjakan?."
Sambil berjalan, Curse memanggilku.
Mauve: "Tunggu dulu. Apa kau mendengarkan perkataan Yuki? ada kemungkinan sesuatu hal yang merepotkan akan terjadi saat ini, kan?. Aku juga perlu untuk memperhatikan untuk waktu yang lama apa yang sedang terjadi di dalam kerajaan."
Curse: "Itu bukan sebuah hobi atau alasan, kan?. Juka kau kemari mencari budak pelayan. Kau bisa mendapatkannya dengan cepat."
Aku sedang mengerjakan tugasku, aku bertemu dengan Curse dan Raija.
Raija: "Mauve masih sama saja seperti sebelumnya, kan?."
Curse: "Tampaknya benar? Ayo dan lihat keadaan kastil kerajaan dengan kami. Jika kau melakukannya, kita akan mendapatkan bantuan dengan apa yang dipesan pria itu."
Pelatih: "Diantara hal lainnya, ada sesuatu hal yang tidak bisa aku capai. Dasar pasti dari pertarungan berkelompok."
Aku mencari lokasi dari orang berbahasa kasar yang aku dengar barusan.
Mauve: "Apa ini tempatnya? Bisakah kau memberiku istirahat sebentar saja hari ini?."
Terbebas dari keadaan "tidak waras" itu, aku berterima kasih pada Yuki. Meskipun ada banyak hal yang tidak dapat kembali padaku, aku yang sekarang jauh lebih baik dari saat berada di kondisi itu. 

Tapi seorang budak yang dapat melakukan pekerjaan rumah di Dungeon. … Dia tidak memberitahukan rincian budak seperti apa yang harus kubeli… Kukira seseorang seperti pekerja keras merupakan pilihan bagus.

Aku memasuki gang belakag dimana aku bisa sendirian.
Mauve: "Aku memanggil Yuki, tolong jawab."
Sebagai pengikut Yuki, aku dapat menghubungi pengikut lainnya. Yuki memberikanku keahlian yang disebut "Substance" kita bisa menggunakannya secara bebas ketika diperlukan. Bukankah itu praktis?.
Yuki: "Apa? Mauve? apa yang terjadi? aku sedang sibuk sekarang. Apa mereka sudah bergerak?."
Mauve: "Tidak, itu sesuatu yang berbeda. Aku ingin kau membantuku. Aku ingin tahu budak seperti apa yang harus kubeli."
Yuki: "Bukankah aku sudah mengatakannya... mmm, gadis muda mungkin bagus. Karena pekerjaannya akan seperti pembantu rumahan."
Mauve: "Itu aku bisa mengerti... Jika seorang wanita berusia lanjut, bahkan jika dia dilindungi didalam dungeon. Dia mungkin tidak akan hidup lama."
Yuki: "Iya. Untuk penampilan dan rasnya tidak terlalu penting. Jadi pilih ras yang berbeda yang mungkin mereka tidak perlu takut satu sama lain. "
Mauve: "Kenapa? dan ras yang berbeda, bukankah mereka itu akan membingungkan mereka dari etika dan cara berinteraksinya?."
Yuki: "Aku menginginkan ras yang berpengetahuan dan bisa diharapkan. Aku ingin lebih tahu tentang mereka. Aku ingin tahu berapa banya ras yang ada?."
Mauve: "Aku mengerti, mereka sepertinya memiliki apa yang kau cari disini."
Yuki: "Aku akan menantikannya. Aku tidak sabar untuk melihat seleramu."
Mauve: "Oh! apa itu tujuanmu?."
Yuki: "Bu."
Mauve: "Itu! Hentikan itu! Hey!."
Bahkan jika aku tidak ingin membeli budak sendiri, itu sudah diputuskan bahwa Mauve akan membeli sesuai dengan seleranya.

Ada kemungkinan besar bahwa aku bisa membeli seseorang dengan umur yang sama dengan anak perempuanku, kan?.

Jika Raija dan Curse tidak ikut berpartisipasi, aku hanya akan terlihat seperti seorang mesum. 
Aku berpikir begitu dan masuk ke toko kotor itu.

Pandangan : Oriel
Seraria: "Herge!! Keamanan disini sangat ketat, bukankah kau setuju?. Aku sangat cemas bahwa kau  tidak ditemukan didalam kereta. Aku merasa hampir mari pelan-pelan."

Hisshou Dungeon Unei Houhou Novel illustrations - Seraria

Herge: "Kakak, sangat sulit untuk menyenangkanmu..."
Dihadapanku ada Yang mulia Herge dan kakak perempuannya, Yang mulia Seraria. Dia memeluk kami sambil menangis. Yang mulia Seraria selalu berkata kasar. Tapi perkataannya tidak cocok dengan sifatnya.

Kami berada di kamar pribadi milik Yang mulia Seraria didalam Kerajaan. Kami dapat masuk ke dalam Kerajaan tanpa masalah. Tentara di pintu masuk terlihat terkejut, tapi kami dibiarkan untuk bertemu Raja dengan mudah.
Seraria: "Herge...aku sangat senang! Oriel, terima kasih atas kerja keras dan kesetiaanmu."
Aku mendapat pujian disini. Tapi sebenarnya, aku menjadi seorang budak. Akub bahkan tidak bisa melindunginya...
Seraria: "Pelayan, kemari!."
Pelayan: "Ya, Yang mulai."
Seraria: "Siapkan teh hitam kesukaan Herge dan kuenya. Cepat!!."
Pelayan: "Laksanakan."
Herge: "Kakak, kau tidak perlu melakukan itu."
Seraria: "Apa yang kau bicarakan, ini bukan untukmu tapi untukku."
Situasi ini akan membuat siapapun tersenyum. Bahkan orang asing. Karena terlihat terlalu aman, aku tidak bisa tenang tapi mengingat apa yang Yuki katakan.
Yuki: "Sekarang aku akan mengatang sesuatu yang kukira akan terjadi. Aku tidak bisa langsung tempatnya. Tapi jika kau ingin melindungi Herge, tidak perlu menghawatirkan mengenai hal biasa. Bagaimanapun, ini... sedikit berbeda..."
Yuki mengatakannya hanya padaku. Kupikir itu karena dia ingin mengatakan bahwa khawatir pada Herge tidak diperlukan. Ini mengenai Herge dan dia digunakan untuk peperangan.
Yuki: "Kupikir kau akan mengerti, tapi jika Herge digunakan oleh orang lain. Orang itu pasti akan masih memanfaatkannya."
Oriel: "Aku juga berpikir begitu."
Yuki: "Untuk meningkatkan beberapa kemungkinan, kau bisa lega jika sesuatu yang buruk tidak terjadi."
Seperti berikut ini:

Kemungkinan pertama: Dimana pemanfaatan Putri sudah berakhir. Itu melegakan pikiran. Jika begitu, aku sungguh berterima kasih.

Kemungiinan kedua: Sekelompok oranga menggunakan Yang mulia Herge sebagai alasan untuk mendeklarasikan perang. Dengan yang satu ini, jika kita tidak hati-hati dengan tindakan kita, kejadian yang sama akan terjadi lagi. Karena invasi dilakukan dengan membawa nama Herge, itu masih mungkin terjadi.

Kemungkinan kertiga: Aku tidak tahu mengenai motif orang-orang itu. Tapi kemungkinan terburuknya mereka berencana untuk membunuh Herge.

Yuki memperkirakan sebagaian besar rencana mereka. Yuki mengatakan bahwa kereta kami tertangkap dekat medan perang. Jika itu benar, lalu aku pasti akan membunuh penghianat itu!.
Seraria: "Lihat, ini enak! ayo minumlah Herge!."
Herge: "Kakak, jangan terburu-buru."
Seraria: "Cepat, minum...Kof...kof"
Herge: "Kakak?."
Aku kembali sadar saat aku mendengar suara itu. Yang mulia Seraria memegang tenggorokannya dan terlihat sangat kesakitan. Saat aku mendekati Yang mulia Seraria untuk menolongnya. Pintu kamar terbuka dengan suara keras.
(???): "Yang mulia Seraria?ah...terlambat!! Penjaga, penjaga!! Yang mulia Seraria hampir terbunuh oleh penipu yang terlihat seperti Yang mulia Herge!!. pengguna sihir penyembuhan!!"
Mentri dari negara ini, Loire berdiri dihadapan kami.

Pandangan : Seraria . Nou . Rochelle

Mentri ini mengatakan bahwa Herge adalah penipu?. Situasi ini terlihat buruk. Aku bertaruh demi celana dalamku bahwa Herge ini 100% asli.
Seraria: "Pa, Payu.."
Suaraku tidak bisa keluar, apa ini bagian dari rencana mentri busuk itu!. Aku mengerti sekarang. Setelah Herge menjadi gadis suci, senyumanku lebih terpancar. Tapi akhir-akhir ini aku selalu depresi. Penyebabnya karena apa yang terjadi di suatu desa. Ayah kami mendapat pujian sebab Herge telah membuat semua orang menderita.

Sebelum aku tahu, sesuatu hal telah terjadi pada Herge. Melihat semua ini sangat mengangguku, apalagi jangan melibatkan Herge dengan kejahatan itu!!.
Herge: "Kakak!! kakak!!."
Oriel: "Yang mulia Herge, tenanglah! Saat Yang mulia Seraria disembuhkan oleh kekuatanmu, dia akan bisa menyelesaikan kesalahpahaman ini."
Seraria: "Payu...!!."
Benar Oriel!! tolong Herge, hilangkan racun ini dengan kekuatanmu dan semuanya akan langsung menangkap mentri jelek itu!!.
Herge: "Ba, baiklah!!."
Tangan indah itu mendekatiku tapi...
Loire: "Jangan bergerak!! jika aku membiarkanmu, Yang mulia Seraria akan mati!! Serahkan penipu ini dan jangan khawatir, penjaga telah memanggila pengguna sihir penyembuh yang ahli."
Pada akhirnya... mereka membuat Herge menanggung semua kesalahan ini.
Aku juga masih belum terselamatkan.
Seraria: "He... *Ohok* ..l...a...ri.."
Bahkan jika itu tidak mungkin, aku akan melakukannya. Meskipun diracuni, saat memikirkan tentang Herge, tidak ada yang bisa menghentikanku.
Loire: "Jangan bergerak !!."
Herge: "Oriel kumohon, aku benci ini! aku tidak ingin terpisah dengan kakakku!! kak Seraria!!."
Oriel: "Tolong, maafkan aku! Putri ! Yang mulia Seraria!."
Saat Oriel melemparkan sesuatu ke lantai, cahaya mulai bersinar memenuhi ruangan itu dengan cahaya putih.

Pandangan : Raija
Raija: "Apa prediksi Yuki terbukti akurat?."
Curse: "Ya. Tapi aku tidak ingin itu terjadi."
Aku memata-matai disekitar wilayah kerajaan saat cahaya tiba-tiba bersinar dari salah satu jendela. Seseorang keluar.

Sepertinya itu sang putri dan pengikutnya. Oriel nampaknya membawa orang lain juga? tapi apa melompat dari sana itu aman?.
Curse: "Aku tidak tahu. Tapi haruskah kita bertanya pada mereka jika mereka butuh bantuan?."
Raija: "Yuki mengatakan jika prediksinya terjadi, tolong mereka sepenuhnya."
Curse: "Jangan mengatakan hal tidak beralasan! jika seperti ini, para penjaga akan berhamburan menuju dungeon."
Raija: "Aku mengerti terus terang, , itu bisa terjadi jika kita menolong mereka. Apa yang Yuki pikirkan? menampung gadis-gadis ini didalam Dungeon adalah pilihan buruk!. Itu sama saja seperti mengatakan selamat tinggal pada dirinya sendiri."
Ketika aku berbicara, Oriel yang membawa sang putri dan orang satunya datang ke arah kami.
Aku tidak memiliki niat untuk menghentikan mereka. Aku bermaksud untuk kembali ke dungeon secepat yang kubisa.
Raija: "Terus lari."
Oriel: "Maaf."
Oriel suda pergi beberapa menit lamanya, setelah itu para tentara muncul.
Tentara: "Apa ada seseorang yang membawa dua gadis lewat sini?."
Raija: "Oh iya aku melihatnya, mereka lewat jalan ini."
Aku mengarah ke jalan yang berbeda.
Curse: "Apa telah terjadi sesuatu?."
Curse bertanya pada tentara itu.

Tentara: "Maaf!! aku tidak punya banyak waktu."
Tentara itu mengakhiri pembicaraan dan pergi.

Kemungkinan keempat: Ini merupakan yang terburuk dimana terjadinya pengambil alihan negara. Ditandai dengan: Herge bertanggung jawab atas kejahan yang tidak dia lakukan dan kepercayaan dari rakyat akan menurun. Jika perang terus berlangsung dalam waktu yang lama, kedudukan gadis suci akan terpengaruh oleh itu.

Negara sekitar akan membentuk aliansi dan membuat kesatuan Anti-Rochelle. Saat itu terjadi, raja akan kehilangan wibawanya. Kemudian, orang yang merencanakan ini akan muncul. Rakyat akan mulan mengikuti sang raja. Kejan bukan?.

Itulah khayalan yang kupikirkan. Tapi karena informasinya tidak lengkap, aku tidak bisa mengerti siapa yang menjadi dalangnya. Aku tidak tahu apapun tapi cara Herge digulingkan karena gadis suci yang mereka kira mati malah kembali.

Dalam kasus ini, ada orang lain. Siapa? itu mungkin seseorang dari keluarga kerajaan.
Aku mengingat Yuki mengatakan itu.

"Jadi, itu wajah lain dari keluarga kerajaan?."
"Mungkin saja kan?."
Orang yang dapat menjawab pertanyaan ini telah kabur jauh dari tempat ini

Catatan:

Dukung Penulis Hisshou Dungeon Unei Houhou Light Novel dengan membeli buku karyanya.
Chapter 11
adsense 336x280