Hisshou Dungeon Unei Houhou (Prologue Bagian 2)

Prologue Bagian 2 - Aku Tetap Menolaknya

Hisshou Dungeon Unei Houhou - Cahaya bersinar didalam ruangan apartemen ini.

Cahaya menyinari hingga keluar jendela ruangannya, menyingkirkan semua bayangan. Tapi tidak ada seorangpun disekitar sana yang menyadarinya.
"Baiklah, haruskah aku menyusulnya"
Sambil mengatakannya, gadis yang disinari oleh cahaya itu menghilang. 
Dan kemudian, hanya suara dari video game yang dimainkan pria tadi masih terdengar disana.
"Jadi, bisa aku lanjutkan..."

-Pria yang tadinya memegang pengendali video game yang dimainkannya.-

Uh, kenapa aku tidak memegang janjiku sendiri? Orang bodoh macam apa yang kau katakan?.

Jika seseorang mengarahkan kepalan tangannya kearahmu dan mengatakan aku akan melakukan sesuatu. Tidak akan ada seorangpun yang akan tetap berdiri disitu, kumohon beritahu aku bahwa tidak terjadi apa-apa.

Pengendali game tanpa kabel sungguh membuat nyaman. Sedehana saja, ketika aku bermain video game aku dapat bemain cukup jauh. Di masa lalu karena adanya kabel, kau tidak bisa duduk terlalu jauh.

Melanjutkan situasi tadi, gadis itu (si pembuat onar) ketika dia datang masih berada di sebelah televisi dan aku duduk di sebelah sofa dengan meja memisahkan kami. Jadi ketika dia merebut telepon genggam dariku kami telah bertukar tempat. 

Aku menghindari cahaya yang datang dari tangan gadis itu dengan bersembunyi dibawah meja. Tempat dibawah meja memiliki banyak kegunaan. Tapi ini membuktikan bahwa dibawah meja bisa menjadi tidak berguna dalam situasi selain keadaan gempa (LOL). 

Aku berusaha tenang dan kembali menikmati hari liburku. Kau mungkin bertanya kenapa aku tidak melarikan diri? tapi aku memikirkannya secara hati-hati, seseorang yang dapat masuk kedalam apartemen dalam keadaan terkunci, jadi bahkan jika aku melarikan diri dia akan segera menangkapku. Lawanku saat ini bukan seseorang yang dapat kutangani hanya dengan melarikan diri.

Jadi lain kali jika dia datang lagi, aku akan berusaha mendengarkannya. Dengan begitu, jika dia menyerah aku bisa kembali ke kehidupan normalku lagi. Menghubungi polisi? dan mengatakan "Tiba-tiba seorang gadis muncul di dalam rumahku!!". Itu akan membuatku dikirim ke rumah sakit jiwa atau penjara. Untuk saat ini, ayo melanjutkan bermain video game.
Jam dinding mulai berdering pada jam 12 siang "itu mungkin berdering setiap jamnya".
"Haruskah aku membuat makan siang atau makan diluar?"
Pertanyaan yang menyebalkan, jika aku sedang di tempatku bekerja maka aku terpaksa untuk makan diluar "mungkin di toko serba ada". Tapi saat ini aku berada di rumah sedang berlibur, aku pikir di Jepang saat ini hampir tidak ada pria yang tidak bisa membuat makanannya sendiri. 
Mungkin bahkan untuk seorang siswa mereka dapat membuatnya juga. Aku tidak membicarakan ramen 3 menit siap saji yang tinggal menambahkan air panas. Tapi aku baru saja mengingat sesuatu yang diberikan padaku.

Hisshou Dungeon Unei Houhou (Prologue Bagian 2)

Hisshou Dungeon Unei Houhou (Prologue Bagian 2)

"De, makanlah ini untuk nanti, ya?"
Nene yang tinggal di sebelah rumahku, memberi makanan berupa sayuran acar untuk dimakan. Menurutku sayuran acar milik nene itu saja tidak dapat memenuhi kebutuhanku. Mungkin enak jika ditambah nasi ditemani teh atau bahkan dengan sake (alkohol).
"Sup Miso, nori, ikan goreng, telur goreng"
Merupakan makanan sehari-hari di Jepang. Untukku, aku selalu menambahkan natto setiap makan. Untuk nasi aku sudah menyalakan pemanasnya (Penanak Nasi). 
"Nori siap, sup miso juga siap. Haruskah aku membeli beberapa ikan lagi?"
Belakangan ini aku selalu menyiapkan setidaknya sepotong ikan setiap harinya. Jadi, aku mengambil dompet, telepon genggam dan kunci rumah kemudian pergi dari apartemenku.
"Sial, aku malah membeli 2 ikan tanpa sengaja hanya karena jika satu ikan harganya terlalu mahal"
Jadi aku malah membeli 2 ikan, itu karena membeli 2 ikan jauh lebih murah. Biasanya jika membeli 2 akan mendapat diskon 10% tapi hari ini diskonnya 80% 
"Hampir setara seperti membeli 1 gratis 1"
Haruskah aku makan keduanya, atau mungkin aku harus memberikannya kepada nene yang tinggal disebelah rumahku. Aku menghawatirkan hal semacam itu sambil membuka pintu rumahku...
"aku tidak pernah menyangka kau akan pergi!!!"
Si gadis pembuat onar itu sedang berdiri dihadapanku dengan posisi menutupi jalan masuk. Jadi aku tidak bisa melarikan diri. Dia sekali lagi menunjuk ke arahku dengan tangannya,
"Kali ini aku tidak akan membiarkanmu"
Ya, mungkin kali ini aku tidak bisa menghindar. Tapi...
"Minggirlah. Apa kau sudah makan siang?"
"Apa, belum..aku belum makan siang"
"Kau tepat waktu, aku terlanjur membeli 2 ikan. Ayo makan bersama dan aku akan mendengarkan ceritamu"
Aku pergi menuju ke daput sambil mengatakan itu.
"Duduklah di sofa sebelah sana"
"Ah, baiklah"

Hisshou Dungeon Unei Houhou (Prologue Bagian 2) 

Dia menurut dan pergi ke menuju sofa. Ketika sesuatu yang tidak diduga terjadi, seorang manusia akan bereaksi lambat dan mereka tidak bisa berpikir normal. Jadi mari singkirkan asumsi apa dia manusia atau bukan.
Dan setelah makan siang...
"Terima kasih atas makanannya. Apa kau membuat acar ini?"
"Tidak, nene di sebelah rumahku yang membuatnya, rasanya enak bukan?"
"Iya enak, tapi aku tidak percaya kalau rasa seperti itu dapat dihasilkannya hanya dengan pengalaman beberapa tahun"
"Aku setuju, ini tehnya"
"Te, Terima kasih"
Minum teh bersama...jadi, mari kembali ke topik utamanya.
"Jadi, sesuai janji tadi untuk menderkan ceritamu"
Ini mungkin gawat tapi bahkan jika gadis ini seorang dewi atau monster, aku tidak punya sifat untuk berbicara dengan bahasa formal.
"Ap, Oh iya itu benar"
Ini pastinya tidak bagus. Sebelum aku terkena cahaya seperti saat itu aku harus mengatakan sesuatu.
"Hanya mendengarkan ceritamu ya, aku tidak ingin dipindahkan lagi. Biarkan aku mendengarnya disini"
"Hmmph! Jadi kau akhirnya menyerah, baiklah aku akan membiarkanmu mendengarnya disini"
Dia mulai berbicara padaku dengan posisi seperti merendahkanku. Dia berdiri dan menunjuk ke arahku dengan jarinya.
"Aku akan memberimu sebuah pekerjaan di dunia lain, mengelola sebuah dungeon dan mengembalikan keseimbangan di dunia itu"
Mendengar itu aku tidak merasa bingung. Tentu saja hampir semuanya sesuai prediksiku, biasanya akan berakhir sama seperti ini. Dia melanjutkan dengan...
"Kau tidak dapat kembali ke dunia ini jadi ambil barang-barang milikmu"
Yah aku tidak melupakan bagian itu
"Aku tetap menolaknya"
Siapa yang mau membuang kehidupannya sendiri?
"Eeeeh"
Suaranya bergema. Masih tidak ada apapun yang mengejutkan tentang itu.

Catatan :

Dukung Penulis Hisshou Dungeon Unei Houhou - Novel Updates dengan membeli buku karyanya.

0 komentar