Hisshou Dungeon Unei Houhou: Chapter 5

adsense 336x280

Chapter 5 - Orang-orang selalu seperti itu tidak peduli dimanapun kau melihatnya di Dunia ini!

Sisi: Herge Lau Rochelle

Hisshou Dungeon Unei Houhou - Aku berusaha mencoba menjadi pemimpin di benua ini. Sebagai putri ke 3 dari Kerajaan Rochelle. Dengan kata lain itu berarti aku mempunyai tanggung jawab besar untuk memimpin rakyatku.

Sejak aku mulai memahami dunia, aku percaya bahwa Rochelle sendiri akan membawa kedamaian di benua ini dan hanya negara yang adil dapat melakukannya. Hanya dibawah pemerintahan Rochelle orang-orang akan dapat menemukan rasa damai.

Dan, aku tidak pernah berpikir akan mempertanyakan itu. Dimanapun, aku akan memperlihatkan diriku di depan warga dekat kastil, semuanya akan menunjukan wajah ceria  yang membuatku semangat.
"Hidup Putri Herge (Hooreee)"
Itulah kenapa aku berpikir, apakah tidak ada sesuatu hal yang dapat kulakukan?!!.
Bagian dari anggota kerajaan tidak bisa muncul didepan umum begitu saja. Dan sebagai seorang putri, bahkan itu tidak seharusnya. Aku pernah mencoba melakukannya tapi ibu dan ayah mengatakan padaku 
"Jika kau terluka orang-orang akan sedih"
Seperti itu, hari-hari pun berlalu aku mencoba mencari sesuatu yang bisa kulakukan. Kedua kakak perempuanku mengatakan bukankah aku tahu bahwa itu tidak mungkin.
"Perasaan Herge diperlukan untuk menyelamatkan orang-orang" 
Dan 
"Apa yang kau bicarakan, tidak ada cara yang bisa kau lakukan disana"
Suatu hari, Oriel orang yang selalu menjagaku mengatakan bahwa.
"Jika aku bisa memberimu sedikit saran. Yang mulia, seperti yang kau katakan. Jika kau tidak bisa maju kegaris depan maka bagaimana jika menawarkan penyembuhan disekitar sini?"
Aku terdiam setelah mendengar perkataan Oriel.
"Itu...Benar. Pandanganku terlalu jauh. Berada di garis depan bukan hanya sesuatu hal yang dapat membantu Negara ataupun orang-orang. Terima kasih Oriel. Jadi aku harus mencari seseorang yang dapat mengajariku sihir penyembuhan. Biasanya seseorang akan mencarinya dan menundukan kepala. Tapi sebagai putri jika aku melakukan hal seperti itu akan ada kekeliruan diantara orang-orang."
"Seperti yang putri Herge inginkan"
Lalu akupun belajar sihir penyembuhan, kemudian keajaiban pun terjadi. Saat aku mencoba menyembuhkan luka seorang pasien, tiba-tiba aku diliputi cahaya hangat... satu dari 3 Dewi dunia ini. Yang mulia Lilith, muncul dihadapanku.
"Herge Lau Rochelle, aku telah melihat apa yang telah kau lakukan hingga sekarang. Demi negara dan rakyat kau telah bekerja tanpa kenal lelah"
Aku mulai berlutut ditempat itu.
Hisshou Dungeon Unei Houhou (Chapter 5)

Hisshou Dungeon Unei Houhou (Chapter 5)

"Anda terlalu baik, tapi masih saja banyak nyawa yang berjatuhan. Perkataan dari yang mulia Lilith padaku, aku sangat berterima kasih dari lubuk hatiku yang paling dalam. Tapi kumohon berilah berkahmu untuk mereka yang masih berjuang untuk kehidupan mereka."
Mendengar perkataanku yang lancang, Senyuman Yang mulai Lilith terpancar diwajahnya.
"Tentu saja aku telah mendengarnya. Jika kau, bahkan setelah menerima berkahku tidak kehilangan jalanmu. Selamatkanlah orang-orang jadi mereka tidak akan kehilangan orang yang mereka cintai. Terimalah berkahku."
Cahaya menyelimutiku dan aku diberi Kekuatan "Penyembuhan suci" dan "Bakat sihir luar biasa"

Dan setelah aku menerima berkah didepan orang-orang mulai berteriak "Gadis suci yang agung!!". Dan aku bekerja lebih keras lagi dari sebelumnya untuk rakyat dan negara.
Tapi itu tidak berlangsung lama. Aku telah lupa bahwa negara-negara telah memulai peperangan.

Aku tidak tahu rincinya tapi aku datang untuk mengunjungi desa dari negara musuh.
"Desa ini ditekan oleh raja negara ini dan warga desanya menderita. mereka membutuhkan pertolongan. Kami akan pergi duluan dan mengamankan desa. Setelah keamanan Yang mulia Gadis suci yang agung terjamin tolong ikuti kami. Tolong sembuhkan warga desa ini."
Ketika aku mengingat perkataan sang Dewi, tanpa berpikir lagi aku pergi untuk menolong warga desa tapi disana hanya ada mayat dan rumah yang terbakar. Disana tidak ada satu orangpun yang masih hidup.
"Siapa saja! tolong jawab aku!!"
Ketika aku akan turun, aku dihentikan oleh Oriel
"Yang mulia Herge, tolong tenangkan dirimu. Dimana Unit garis depan!!?"
Oriel menginstruksikan pasukan untuk menyebar dan melihat situasi, setelah beberapa saat komandan pasukan datang dan membuka karpet didepanku dan berkata
"Silahkan, Yang mulia Gadis suci, seperti yang kau perintahkan. Kami selesai membunuh semua warga yang melawan. Seperti yang direncanakan, kami menggunakan tempat ini untuk lokasi markas. Seperti yang diharapkan dari seseorang yang memiliki darah raja. Aku kagum dengan kebijaksanaanmu."
Dengan menundukan kepala dan wajah senang dia mengatakan itu padaku...
"Eh...eh...?Ap...Apa maksudmu. Ori...Oriel.."
Kekejaman yang terlihat didepanku adalah perintahku? Aku tidak mengerti.
Oriel dengan wajah muram menemaniku ke tenda dan menjelaskannya padaku.
"Aku minta maaf Yang mulia Herge. Untuk dapat memasuki desa dari negara seberang memang benar kita butuh untuk menegakkan bahwa ini daerah kekuasaan kita"
Butuh waktu agar perkataan Oriel dapat tersampaikan padaku.
"Jik...Jika saja aku tidak datang kemari. Desa ini ...Orang-orang..."
Didekat kakiku, sebuah boneka terlihat berwarna merah darah.
"AAA...aaaaa...aaaaa..a..aaa!!!"
"Tolong tenang Yang mulia Herge! yang mulia!"
Dan satu bulan setelah kejadian itu, dengan menggunakan desa sebagai pusat untuk menyerang kota. Kita sukses membuat mereka menyerah.
Apanya yang "Gadis Suci"... ini hanya membuatku menumpahkan darah.

Sisi: Mob

"Tidak, tolong aku! hentikan!"
Dibawahku ada seorang gadis, dengan pisau aku memotong seluruh tubuhnya yang telah kotor.
Tentu saja yang telah melakukannya adalah aku. Aku tidak menganggapnya menarik. Anak perempuanku seumuran dengannya... Aaaa, pikiranku tidak karuan.
"Agu!?"
Aku menusukkan pisau itu kearahnya.
"Aah,...Ayah...Ibu..."
Pelan-pelan, matanya terbuka dan dia mulai berhenti bergerak
"Yo, nampaknya kau sudah bersenang-senang disana"
Disebelah, Raija berdiri dan berlumuran darah. Didekat kakinya ada seorang wanita terbaring disana.
"Bagaimana disana, Curse"
"Tidaaaaak! hentikan!!"
Curse yang sedang menyiksa seorang gadis tanpa mengubah ekspresinya, menembakan sihir bola api pada wajah gadis itu.
"Aaaahh!!!"
Suara jeritan wanita itu terdengar sangat keras.
Dan setelah beberapa saat suaranya pun menghilang, yang tersisa hanyalah tubuh terbakar.
"Aku tidak merasakan apapun"
Curse mengatakan itu sambil duduk di kursi.
Kami bertiga menyerang kota ini yang mana merupakan bagian dari kerajaan Rochelle. Setelah kami bersenang-senang. Ya, sebenarnya ini bukan untuk kesenangan.
"Pahlawan yang menghancurkan kota, huh. Ini merupakan Bonus keahlian yang bahkan  tidak kita inginkan."
Ketiga pria itu mengobrol sambil duduk di kursi dan menyantap makanan.
Raija menjawabnya
"Tidak masalah apapun yang kita lakukan, yang pasi kita akan menyerang si gadis suci itu dan terus menyerangnya kemudian membuatnya hancur. Kita harus mempermalukannya."
Kata untuk membunuhnya, kata itu yang  keluar dari mulut Curse. Kenapa kami melakukan pembantaian ini?. Sederhana saja.

Desa kami telah dibumi hanguskan jadi kami membalasnya dengan membakar mereka juga. Alasan yang tidak masuk akal?. Aku tahu, tapi penyesalan karena kematian istriku dan anak perempuanku, perasaan tak tertahankan kami ini... kini kami sudah hancur.

Kami hanya seoranng petualang. aku memiliki kerabat, diberkahi istri dan anak perempuan. Suatu hari ketika monster datang ke sebuah desa, kami mengalahkannya dan membantu desa itu lepas dari keputusasaan.

Ketika kami menyadarinya bahwa kami telah menjadi pahlawan desa itu. Disana aku bertemu istriku dan anak perempuanku pun lahir. Dibandingkan dengan harta karun atau uang, mereka tidak bisa tergantikan.

Rekanku Raija mengatakan bahwa 
"Aku sudah berjanji dengan seseorang"
Pasti seorang gadis dari desa itu. Ada perbedaan umur diantara mereka tapi rekanku Raija, tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentangnya.
"Menemukan jodoh untukmu sungguh sulit bukan?"
Aku dipanggil penyihir yang selalu sering dikaitkan dengan desa ini. Kenapa mendapatkan jodoh sangat sulit? sederhananya. Karena aku adalah anak dari kepala desa dan orang-orang selalu mengira apa sudah aku pikirkan malah menjadi seorang petualang.
"Kalau begitu, anak perempuan Mob juga tidak apa-apa kan?" 
Jawaban yang dilontarkan padaku yang mana membuatku hilang kendali. 
"Lakukan itu setelah kau mengalahkanku!!!" 

Hisshou Dungeon Unei Houhou (Chapter 5) 

Aku menjawabnya begitu di bar sambil minum.... hari itu sungguh menyenangkan.
Suatu hari, kami mendapat kabar bahwa Rochelle memasuki wilayah desa. Kekasih Raija tinggal di desa itu. Pasukan itu dipimpin oleh Yang mulia gadis suci jadi kami mengira itu adalah upaya bantuan. Bahkan di kekaisaran, tindakannya telah banyak didengar. Tapi Raija tidak bisa tenang,dan kami pun menerima permintaan yang mana mengatakan kami untuk pergi ke desa itu dan mengobservasi pasukan Rochelle. 
Dan itulah awal dari kehancuran. Desa itu diratakan menjadi debu dan tidak ada apapun yang tersisa selain mayat. Sambil memeluk tubuh kekasihnya yang telah kaku di tanganya, aku tidak bisa mengatakan apapun pada Raija.
"Aku baik-baik saja Mob, Curse"
Sambil mengatakannya dengan sedih.
Tindakan Yang mulia gadis suci itu, kami menyebarkannya agar terdengar dimana-mana. Tapi tidak ada seorang pun yang mempercayainya. Yang mana membuat semua orang menjadikan kami musuh mereka.

Setelah sebulan berlalu, dengan menggunakan desa sebagai markas, Rochelle menyerang kota ini. Tindakan musuh tidak terduga jadi melawanpun sia-sia. Dan akhirnya hanya sedikit yang masih bertahan hidup. Akhirnya mereka menyadari bahwa Rochelle menggunakan Yang mulia gadis suci untuk perlindungan dan alasan untuk menyerang kami. Tapi, aku tidak bisa diam saja setelah mengetahui penyerangan Rochelle kami pun berusaha balas dendam.
Semua itu telah terlambat, mata Raija dan Curse telah terlihat gelap.

Tidak ada alasan untuk mundur. Orang yang kami cintai tidak akan bisa kembali lagi.
Itulah mengapa kami tidak memiliki moral dan etika lagi. Kami tidak ada bedanya dengan perampok. Tidak, perampok masih menyisakan korbannya hidup-hidup. Jadi mereka masih lebih baik daripada kami yang membantai semuanya.
"Aaaa, dimana Yang mulia gadis suci itu?"
Dan begitulah kami kejadiannya.

Sisi: Herge Lau Rochelle

Setelah penyerangan desa itu, perselisihan menjadi lebih mencekam. Wilayah musuh mulai berjatuhan dan musuhpun memulai menyerang balik. Wilayah kedua belah pihak telah menelan banyak korban dari kota dan pedesaan semua hancur lebur.

Membalas darah dengan darah... Lagipula ini salahku yang memulainya kan?. Oriel mengatakan itu tidak benar tapi aku tidak bisa menghilangkan bayangan kejadian dari desa itu.
"...Asap"
Ini seharusnya berada didalam wilayah kerajaan kami tapi ini pertanda .... bahwa musuh telah mencapai lokasi kita.
"Maaf Pa kusir, tapi tempat ini berbahaya. Percepat lajunya..."
Sebelum Oriel dapat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba kereta kuda ini terbalik.
"Uguuu..."
Seluruh tubuhku terasa sakit... ketika aku melihat keadaan, dengan menahan rasa sakit. Oriel melindungiku dengan memelukku erat.
"Yang mulia Herge... anda baik-baik saja?... maafkan aku"
Kaki Oriel menghadap arah yang berlawanan.
"Oriel!!! aku akan menyembuhkanmu..."
Tapi aku tidak bisa menggunakan sihir penyembuhan padanya, ketika aku menyadari situasiku. Aku dijatuhkan ke tanah.
"Eh.... Ugh..."
Suaraku tidak bisa keluar dengan benar.
"Yang mulia Herge"
"Oi, Oi, tadi dia bilang Herge?"
"Ah"
"Jadi dia gadis suci itu?"
Dan begitulah kejadiannya kenapa kami menjadi budak... Tidak, ini memang sudah seharusnya.

Sisi: Oriel

Aku tidak bisa melindungi Yang mulia Herge
Sekarang aku menjadi budak dari 3 pria yang terlihat seperti tentara bayaran dan kami melewati hari kami dengan tersiksa...
"Sakit!"
Suara Yang mulia Herge terdengar. Aku harus melindunginya.
"Hentik..."
Sambil memapahku tubuh Yang mulia Herge tenodai oleh darahku. Ketika aku tertangkap, kakiku patah. Tentara bayaran ini juga mematahkan kakiku yang satunya dan tangan kananku.
"Igiii..."
Suara Yang mulia Herge terdengar lagi. Bagaimanapun juga, jika saja aku bisa kesisinya.
"Ah? Oi, Raija"
"Ah"
Pria bernama Raija mengambil kakiku yang patah dan mulai menyeretku...
"Aggaa..!!!"
Pandanganku mulai kabur karena rasa sakit ini.
Berusaha untuk menahan rasa sakit ini, pria bernama Raija tampaknya merasakan sesuatu.
"Perasaan ini, sebuah dungeon huh... Aku baru saja mendapatkan ide"
Pandangannya tiba-tiba mengarah padaku.
"Oi, Mob ada sebuah dungeon didekat sini"
"Apa yang ingin kau lakukan?. Oi kau, tubuhmu bersimbah darah yang mulia gadis suci. Sungguh kotor!"
Dia memukul wajah Yang mulia Herge.
"... "
Dia sudah dalam keadaan tidak bisa berteriak lagi. 
Raija melihat itu, dan mulai memberitahukan rencananya.
"Dia akan menyadari kebahagian seorang wanita jika dia menjadi istri goblin kan?"
"Aaaahhh!!"
Dihadapanku, aku melihat Yang mulia Herge berdarah. Membawanya dalam keadaan seperti ini dan masih ingin merenggut martabatnya, dia masih...!!!
"Diamlah, dasar cacing"
Disaat aku mendengar rencana mereka dan berteriak, aku menerima pukulan yang membuat pandanganku gelap. (pingsan)

Sisi: Kazuya - Tokoh utama?

N?
Aku mulai ragu setelah melihat tindakan musuhku. Tidak menggunakan budak sebagai pelindung, mereka akhirnya sampai di hadapan unit G pasukan pertama dan melempar wanita budak itu.
"Ini !!!... kami memiliki wanita disini cepat hamili mereka."
Aku mendengar percakapan mereka dari monitor.
Ah, begitu rupanya. Aku mulai mengerti setelah memikirkannya. Tuan dari budak itu dapat melihat status mereka dan jadi 3 pria ini tahu bahwa budak mereka itu bukanlah orang biasa.

Tapi kenapa, mereka tidak membawa mereka ke kekaisaran atau mengembalikannya ke Rochelle jadi kupikir mereka pasti memiliki sebuah dendam...

Yup, ini terlihat seperti drama... dan berlumuran darah.
Tapi maaf, aku tidak peduli dengan tragedi atau akhir drama ini.

Nampaknya seperti sebuah cerita dalam film, tapi maaf aku memiliki alasan dan tujuanku sendiri.
"Lakukan operasi seperti yang direncanakan. Sekarang!"
Dan aku pun memberikan perintah.
Di penghujung hari ini, jika aku sudah mengatakan sesuatu itu pasti "ada orang-orang seperti ini tidak peduli dimanapun kau berada di dunia ini" Kan?

Catatan :

Dukung Penulis Hisshou Dungeon Unei Houhou - Novel Updates dengan membeli buku karyanya.
adsense 336x280